Cerita dan Artikel

AngryA painful (and  heavy) price to  pay for infringement of copyright.

A popular motivational  speaker was entertaining his audience.
He  said: "The best years of my  life were spent in the arms of a woman who wasn't my  wife!"

The audience was in silence and shock...

The speaker added: "And that woman was my  mother!"
Laughter and  applause.

A week later, a top manager trained by  the motivational speaker tried to crack this very effective joke  at home. He was a bit foggy after a drink.

Wajah CemberutDengan wajah bersungut-sungut, aku bersiap-siap pergi dari rumah untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan seorang klien yang super cerewet dan mengesalkan. Mungkin karena raut wajahku tersebut, anak perempuanku yang berumur empat bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi.

"Papa akan menemui seorang perempuan yang selalu mengomeli Papa," jawabku.

"Oh," kata anakku. "Kalau begitu, sampaikan salamku ke Mama, ya..."

Bart Key - Majalah RDI Juni 2009

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti“ ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. ”Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.“ “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.“ Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

  1. Bicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri
  2. Uruslah diri sendiri persoalan-persoalan pribadi
  3. Hindari rasa ingin tahu
  4. Jangan mencampuri urusan orang lain
  5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan
  6. Jangan fokus pada kesalahan orang lain
  7. Terimalah hinaan dan caci maki
  8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah
  9. Mengalah terhadap kehendak orang lain
  10. Terimalah celaan walau tidak layak
Bunda Teresa dari Kalkuta

Situs Alumni

PT Indo Mandiri Sentosa
SIMCO Ion, B&R Automation, Watanabe Electric Industry, Toyo Denki and BrainChild Electronic Authorized Distributor in Indonesia

PT Aditya Sejahtera Graha
Distributor and service center KIRIN, WASSER, PALOMA & ARISTON in Indonesia

PT Siwali Swantika
Fluke Indonesia | Distributor Fluke Indonesia | Fluke Networks Distributor

Discover
Travel Services

PT Anugerah Bestarijaya Raya
Hakko & Beckhoff Authorized Distributor in Indonesia

PT Anugerah Cipta Mulia Makmur
Commercial & Retail Kitchen Supplier - Surabaya, East Java, Indonesia

PT Password Solusi Sistem
The Trusted Gateway to Your Unlimted Business Growth

Pengunjung Online

We have 7 guests and no members online